Timika, Papua, 24–26 Juli 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan resmi ke PT Freeport Indonesia (PTFI) di Timika, Papua, dalam rangka mempererat kerja sama strategis antara perguruan tinggi dan industri. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian dan pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan. (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Dipimpin langsung oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., SpOG(K), Ph.D., delegasi UGM terdiri dari jajaran pimpinan universitas, termasuk Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama; Dekan Fakultas Teknik, Geografi, dan MIPA; Wakil Dekan Fakultas Pertanian; Direktur Keuangan, Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Kepala Kantor Alumni, Kepala Pusat Studi Energi, Kepala Subdirektorat Kerja Sama Dalam Negeri, dan tim investasi serta filantropi UGM.


Selama tiga hari, tim UGM mengunjungi berbagai program dan fasilitas binaan PTFI yang menjadi contoh nyata pengembangan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan. Lokasi yang dikunjungi meliputi Sekolah Asrama Taruna Papua, Koperasi Maria Bintang Laut, Rumah Kopi Amungme, Pusat Reklamasi, Institut Pertambangan Nemangkawi, Water Treatment Plant, Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Mimika Sports Complex, hingga Mimika Football Academy. (SDG 14: Ekosistem Lautan)
Dalam sambutannya, Rektor UGM menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan industri dalam menjawab tantangan pembangunan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia. “Peningkatan sumber daya manusia mengutamakan inklusivitas melalui program afirmasi bagi penduduk lokal yang membutuhkan dukungan dari mitra industri (SDG 4: Pendidikan Berkualitas). Penguatan link and match antara perguruan tinggi dan mitra industri menjadi krusial untuk menjawab tantangan masa depan dalam kerangka keberlanjutan untuk menciptakan pekerjaan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Prof. Ova Emilia. (8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Dari pihak PTFI, Direktur & EVP Sustainable Development, Claus Wamafma, menegaskan pentingnya peran industri dalam mendukung ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia. “Pertanyaannya bukan hanya bagaimana perguruan tinggi mendukung industri, tetapi bagaimana industri dapat berperan dalam peningkatan sumber daya manusia di perguruan tinggi ternama di Indonesia, baik melalui pendidikan maupun riset,” tuturnya. (SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur)


Turut hadir dalam sesi diskusi strategis dari jajaran PTFI antara lain VP Community Relations Engel Enoch, VP Corporate Communications Katri Krisnati, VP Tax Mukhlis, serta tim Corporate Communications dan manajemen lainnya. Kegiatan ini membuka ruang bagi kedua belah pihak untuk merancang program bersama di bidang pendidikan, riset aplikatif, serta pengabdian kepada masyarakat yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi lahirnya berbagai inisiatif kolaboratif yang memberikan dampak nyata dalam pengentasan kemiskinan, mengurangi kelaparan, mengurangi kesenjangan dan peningkatan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi masyarakat Papua serta memperkuat peran UGM sebagai universitas kerakyatan yang aktif membangun Indonesia dari pinggiran. (SDG 1: Tanpa Kemiskinan, SDG 2: Tanpa Kelaparan, SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan)
(Penulis/Foto: Johan S.M.A. dan Editor: Jemy Partianto)