Yogyakarta, 21 April 2026 – Ruang Sidang Pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) siang itu dipenuhi delegasi dari Bio Farma sebagai mitra kerja sama dalam negeri, serta delegasi dari Sinovac Holding Group Co. Ltd. dan Sinovac Biotech (Singapore) Pte. Ltd. sebagai mitra kerja sama internasional. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan oleh Direktur Riset dan Pengembangan PT Bio Farma (Persero), Yuliana Indriati, dan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Direktur Riset dan Pengembangan PT Bio Farma (Persero) menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari upaya vaksinasi saat pandemi COVID-19 di Indonesia. Yuliana menekankan pentingnya koordinasi antara berbagai pihak, termasuk universitas dan lembaga kesehatan, untuk mempercepat inovasi vaksin nasional sehingga Indonesia mampu memproduksi vaksin secara mandiri. “Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan dalam upaya ini. Bio Farma terus berkomitmen meningkatkan kesehatan masyarakat melalui vaksinasi yang efektif,” tuturnya. (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Rektor UGM mengungkapkan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan vaksin dan obat-obatan di Indonesia. “Perlu strategi yang efektif untuk mencapai kemandirian produksi vaksin dan mengatasi tantangan kesehatan di masa depan,” tegas Prof. Ova. Ia juga menyampaikan harapan agar unit kesehatan di Rumah Sakit UGM dapat berkembang dan memberikan dukungan penting bagi penguatan ekosistem kesehatan nasional. UGM berkomitmen untuk terus melanjutkan kolaborasi dalam pengembangan produk kesehatan karya anak bangsa. Di akhir sambutannya, Rektor UGM menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dan berharap kolaborasi ini dapat mendorong kemajuan di bidang kesehatan dan vaksinasi. (SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).
UGM, Sinovac, dan Bio Farma berkomitmen menjaga hubungan profesional yang dilandasi kepercayaan, terutama dalam pengelolaan informasi teknis, ilmiah, penelitian, dan bisnis yang dibagikan untuk mendukung inisiatif kolaboratif di masa depan. Kerja sama ini mencakup pertukaran akademik, pengembangan kapasitas dan transfer pengetahuan, penelitian kolaboratif, kegiatan akademik bersama, pertukaran informasi dan materi akademik, serta uji klinis dan pengembangan produk.
(Penulis: Jemy Partianto, Editor: Johan S.M.A, Fotografer: Anindya Rizky R.)
