Yogyakarta, 1 April 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) mengawali triwulan kedua 2026 dengan menandatangani Perjanjian Hibah Bantuan Pendanaan Operasional Penunjang Bank Sumber Daya Genetika Sayuran antara PT East West Seed Indonesia (EWINDO) dan Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Presiden Direktur EWINDO, Dr. Ir. Glenn Pardede, M.M., M.B.A., menyampaikan bahwa perusahaannya menaruh perhatian besar pada kolaborasi lintas pihak di sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan benih lokal berbasis plasma nutfah dan prinsip keberlanjutan. Ia juga mengapresiasi hubungan kerja sama yang telah terjalin hampir satu dekade sejak 2017.
Menurut Glenn, penyelamatan varietas tanaman lokal yang terancam punah menjadi langkah penting di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi benih lokal. Karena itu, inovasi dinilai menjadi kunci agar benih lokal tetap memiliki nilai strategis bagi masa depan pertanian Indonesia.
Ia juga berharap kerja sama tersebut dapat terus diperluas, termasuk dalam mendukung pendidikan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Glenn menegaskan, inisiatif ini pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat. “Kami berharap kolaborasi yang telah dibangun dapat terus dimanfaatkan untuk kebaikan bersama,” ujarnya. (SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan EWINDO yang telah menjalin kerja sama dengan UGM selama sembilan tahun. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelestarian tanaman endemik sekaligus mendorong lahirnya riset yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, Prof. Ova berharap kemitraan ini dapat melahirkan lebih banyak inovasi, terutama dalam pengembangan bibit unggul. Menurutnya, dokumentasi atas jejak kerja sama yang telah dilakukan juga perlu diperkuat agar dampaknya dapat dirasakan lebih luas di berbagai daerah. Kerja sama multi pihak, baik dalam bidang pendidikan maupun pengabdian kepada masyarakat, dinilai sangat penting untuk memperbesar manfaat program. “Ke depan, kami berharap akan ada lebih banyak inisiatif strategis yang dapat meningkatkan dampak positif dari kerja sama ini,” tuturnya. (SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; SDG 4: Pendidikan Berkualitas)
Bantuan pendanaan operasional penunjang Bank Sumber Daya Genetika Sayuran ini diharapkan mampu mengakselerasi pendekatan hilirisasi berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti pengenalan praktik budidaya sayuran yang adaptif dan berkelanjutan. Langkah tersebut penting untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan segar.
Lebih jauh, inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkaya koleksi sumber daya genetik nasional, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi penguatan ketahanan pangan lokal, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta transfer pengetahuan yang aplikatif. (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
(Penulis: Jemy Partianto | Editor: Johan S.M.A | Fotografer: Donnie/Humas)
