Yogyakarta, 19 Juni 2026 – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp1.207.625.000 kepada 100 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berasal dari wilayah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap Tahun Akademik 2025/2026 agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan di tengah kondisi sulit yang dihadapi keluarga mereka. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dalam acara yang berlangsung di Ruang Multimedia UGM, Jumat (19/6), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan LPS serta UGM. (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)
Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Kesekretariatan dan Hubungan Lembaga LPS, K.M. Nuruddin, menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana alam. “Dampak bencana yang terjadi cukup berat bagi sebagian keluarga mahasiswa. Mereka harus memikirkan proses pemulihan pascabencana sekaligus keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka. Kami ingin memastikan pendidikan mereka tetap berjalan dan tidak terhenti karena kondisi ekonomi yang sedang sulit,” ujarnya.
Bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban finansial keluarga, tetapi juga membantu mahasiswa tetap fokus menyelesaikan studinya tanpa harus dibayangi kekhawatiran terkait biaya pendidikan. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi dan pengurangan dampak sosial-ekonomi akibat bencana.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kepedulian LPS terhadap mahasiswa yang membutuhkan dukungan pada masa sulit. Menurutnya, keberlanjutan pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa. Dukungan yang diberikan kepada mahasiswa hari ini akan menjadi modal bagi lahirnya generasi yang mampu berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan negara.
Program bantuan ini mencerminkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa bencana tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam mengakses pendidikan tinggi. Selain mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas (SDG 4: Pendidikan Berkualitas), bantuan ini juga berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan akses pendidikan akibat kondisi sosial-ekonomi (SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan) serta mendukung kesejahteraan masyarakat yang terdampak bencana (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Melalui kolaborasi antara LPS dan UGM, diharapkan para mahasiswa penerima bantuan dapat terus melanjutkan pendidikan dengan baik dan kelak menjadi sumber daya manusia unggul yang berkontribusi bagi pembangunan Indonesia.

(Penulis: Jemy Partianto, Editor: Johan S.M.A, Fotografer: Anindya Rizky R.)