
Yogyakarta, 28 Maret 2024 – Dalam sebuah langkah monumental menuju pembangunan berkelanjutan, Universitas Gadjah Mada (UGM) menyambut kedatangan delegasi terhormat dari Provinsi Sulawesi Tengah, dipimpin oleh Bupati Banggai beserta tim. Momen ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama, sebuah momen penting yang memperkuat hubungan kerjasama yang telah terjalin sejak 2018 melalui BAPPEDA dan Pusat Studi Pariwisata UGM, mencerminkan komitmen terhadap Kerjasama Global (SDG 17).
Kesepakatan ini membuka babak baru kolaborasi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Geografi UGM dengan Kabupaten Banggai, khususnya dalam mengembangkan Geopark Kabupaten Banggai. Inisiatif ini, dipimpin oleh Dr. Eng. Ir. Didit Hadi Barianto, S.T., M.Si., IPM, bertujuan untuk merangkul investasi melalui konservasi yang inovatif, menyatukan pelestarian alam dengan pariwisata berkelanjutan, mengarah pada pencapaian status UNESCO Global Geopark (SDG 14). Ini merupakan strategi cerdas yang tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah dan masyarakat (SDG 1) tetapi juga mendukung kehidupan di darat (SDG 15), melalui peningkatan edukasi dan pengalaman wisata yang berkesan bagi wisatawan.
Di sisi lain, Fakultas Geografi UGM, dengan arahan Dr. Nurul Khakim, M.Si., menyebutkan potensi strategis untuk meneliti Sumber Daya Air Perkotaan di Kabupaten Banggai. Inisiatif ini mengatasi tantangan ketersediaan dan pengelolaan air bersih (SDG 3), melalui optimasi sumber daya air, termasuk pengembangan embung dan waduk untuk mendukung kehidupan di bawah air (SDG 6) serta irigasi persawahan, memajukan kehidupan di darat (SDG 15).
Kemitraan dengan UGM, yang unik dengan lisensinya untuk operasi drone dari Kemenhub dan teknologi pendeteksi potensi air tanah, menjadi kekuatan tambahan. Kesepakatan ini merancang jalan bagi kolaborasi yang meluas, melibatkan Program KKN, penelitian akademik, dan pusat studi yang berfokus pada pertanian, pariwisata, dan pendidikan. Ini adalah langkah strategis menuju peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4) dan mempersiapkan Kabupaten Banggai menghadapi risiko bencana alam dengan penelitian kebencanaan yang lebih mendalam (SDG 11).
(Penulis: Angga Kurnia Jati / Jemy Partianto, Foto: Eko Sukajiyanto / Angga K.J., Editor: Johan S.M.A.)