Yogyakarta, 18 September 2026 – PT Schneider Indonesia dan Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat kemitraan strategis dalam bidang energi dan teknologi melalui penandatanganan perjanjian hibah peralatan kelistrikan serta pengembangan kolaborasi pendidikan dan transformasi energi berkelanjutan. Kerja sama ini menjadi wujud sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, inovasi teknologi, serta transisi menuju sistem energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dalam seremoni yang berlangsung di Gedung Pusat UGM, perwakilan Schneider Indonesia yang hadir antara lain Amat Subechi (Safety, Environment, and Real Estate Manager), Juni Asmoro Wulandari (HR Business Partner Manager), Andrew Patty (Employer Branding Leader), dan Muchammad Adib. Dari pihak UGM, acara dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi (Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D.) didampingi Dekan Fakultas Teknik (Prof. Selo, S.T., M.T., M.Sc, Ph.D.), dan wakil dekan/direktur terkait.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Schneider Indonesia memberikan hibah berupa panel distribusi listrik tegangan menengah, yakni dua unit panel PIX dan satu unit panel SM6 dengan total nilai lebih dari Rp778 juta. Peralatan ini akan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, praktikum, dan pengembangan kompetensi mahasiswa di Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi UGM, khususnya pada bidang ketenagalistrikan, otomasi, dan teknologi energi.
Dalam sambutannya, perwakilan Schneider Indonesia, Juni Asmoro Wulan menekankan pentingnya kerjasama untuk mendukung generasi muda di Indonesia, terutama dalam bidang otomasi dan transformasi energi. Diharapkan, hibah yang diberikan dapat memperluas kontribusi akademis dan membantu memecahkan masalah bangsa terkait energi. Momentum ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang saling menguntungkan antara akademisi dan industri, untuk mempersiapkan solusi bagi tantangan masa depan.
Selanjutnya WR Arif dari UGM menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi isu ketahanan energi dan keberlanjutan karbon di Indonesia. ”Perlunya diskusi lebih lanjut antara pihak-pihak terkait untuk memperkuat kerja sama dan kontribusi terhadap masyarakat,” sarannya. Dia berharap untuk kerja sama yang lebih besar di masa depan.
Kolaborasi antara industri dan akademisi penting untuk menjawab tantangan ketahanan energi, digitalisasi, serta upaya pengurangan emisi karbon di Indonesia. Hibah teknologi yang diberikan diharapkan dapat memperluas kontribusi akademis sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda dalam mengembangkan solusi inovatif bagi sektor energi nasional.
Selain hibah peralatan, kerja sama ini juga mencakup penyelenggaraan kuliah teknis dan transfer pengetahuan dari praktisi industri kepada mahasiswa dan alumni UGM. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai perkembangan teknologi kelistrikan modern, elektrifikasi, digitalisasi, dan otomasi yang semakin dibutuhkan dalam transformasi industri masa depan.
Kolaborasi Schneider Electric dan UGM memiliki keterkaitan yang kuat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pertama, kerja sama ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi mutakhir dan peningkatan kompetensi mahasiswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri. Kedua, inisiatif ini berkontribusi terhadap SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi energi dan kelistrikan yang mendukung sistem energi yang lebih efisien dan andal. Ketiga, kemitraan ini selaras dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi teknologi, digitalisasi, serta pengembangan infrastruktur pendidikan yang relevan dengan transformasi industri.
Lebih lanjut, kolaborasi ini juga mencerminkan implementasi SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim karena mendorong percepatan transformasi energi dan pengembangan teknologi yang mendukung efisiensi energi serta pengurangan jejak karbon. Di atas seluruh tujuan tersebut, kerja sama antara Schneider Electric dan UGM menjadi contoh nyata pelaksanaan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya sinergi antara sektor pendidikan, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Melalui kemitraan strategis ini, UGM dan Schneider Electric berharap dapat membangun ekosistem pembelajaran dan inovasi yang lebih kuat, menghasilkan talenta unggul di bidang energi dan teknologi, serta berkontribusi pada pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia di masa depan.

(Penulis: Jemy Partianto, Editor: Johan S.M.A, Fotografer: Fadel Gama Putra)