
Yogyakarta, 3 Maret 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mempererat kerja sama dengan Kabupaten Mappi, Provinsi Papua Selatan, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Senin (03/03/2025). MoU ini menandai perpanjangan kesepahaman sebelumnya yang telah berakhir, dengan fokus pada penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan tata kelola pemerintahan daerah. Penandatanganan ini dilakukan oleh Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, dan Kristosimus Yohanes Agawemu, Bupati Kabupaten Mappi, dalam pertemuan resmi di Ruang Tamu Rektor UGM. Kemitraan ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Salah satu bentuk konkret dari kerja sama ini adalah program penyelenggaraan pendidikan tinggi bagi putra-putri asal Kabupaten Mappi yang telah berjalan sejak tahun akademik 2019/2020, bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM. Perpanjangan MoU ini menunjukkan komitmen Kabupaten Mappi dalam meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah serta kualitas perencanaan pembangunan yang inklusif, mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan.
Dalam sambutannya, Dr. Arie Sudjito mengapresiasi dedikasi Pemerintah Kabupaten Mappi dalam meningkatkan akses pendidikan bagi generasi mudanya. “Kerja sama lintas fakultas menjadi kunci utama dalam mendukung transformasi pendidikan dan pembangunan daerah. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut untuk kepentingan bersama,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program beasiswa khusus bagi mahasiswa asal Papua, yang menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Selain itu, UGM berharap agar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Mappi dapat terus berlanjut sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan daerah. “Melalui KKN, mahasiswa dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah serta bertukar wawasan dengan masyarakat setempat, menciptakan hubungan timbal balik yang saling menguntungkan,” tambahnya.
Bupati Mappi, Kristosimus Yohanes Agawemu, menegaskan bahwa perpanjangan MoU ini merupakan bagian dari program prioritasnya sejak periode jabatan sebelumnya hingga saat ini. Salah satu inisiatif utama dalam kerja sama ini adalah Program 1.000 Sarjana, yang memberikan kesempatan bagi generasi muda Mappi untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, termasuk UGM. “Kami ingin membekali generasi muda dengan pendidikan berkualitas sehingga mereka memiliki keterampilan dan kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk membangun daerahnya kelak,” ungkapnya. Dengan dukungan dari UGM, Kabupaten Mappi berharap dapat mencetak SDM unggul yang berdaya saing, memiliki kompetensi tinggi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui inisiatif ini, UGM dan Kabupaten Mappi berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, mengurangi kesenjangan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan generasi emas Indonesia yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, sejalan dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
(Penulis: Putri Hanin Mardhia, Foto: Eko Sukajiyanto & Editor: Johan S.M.A.)