
Yogyakarta, 6 Maret 2025 – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Jasa Raharja kembali memperkuat sinergi dalam keselamatan lalu lintas, pengembangan sumber daya manusia (SDM), dan Tridharma Perguruan Tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlaku selama tiga tahun. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kemitraan yang telah berlangsung sejak tahun 2012. Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, bersama jajaran pimpinannya, menandatangani MoU ini dengan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., yang didampingi oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik (PUSTRAL) UGM dan perwakilan Direktorat. Kolaborasi ini sejalan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dalam upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Rivan A. Purwantono menyoroti transformasi Jasa Raharja sejak 2021, yang semula berorientasi pada pendistribusian dana asuransi sosial secara pasif, kini bergeser menjadi pendekatan preventif dan preemptive. Kolaborasi dengan rumah sakit dan POLRI telah diimplementasikan sebagai upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas. Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data tahun lalu, 38% dari total korban kecelakaan lalu lintas adalah pelajar dan mahasiswa. Hal ini mendorong Jasa Raharja untuk lebih aktif melakukan safety campaign dan safety riding di lingkungan kampus, termasuk di UGM. Dengan adanya MoU ini, kerja sama yang sebelumnya hanya terbatas pada kajian hukum, kini diperluas ke analisis akademis terhadap titik-titik rawan kecelakaan, serta kampanye edukasi keselamatan berlalu lintas bagi civitas akademika. Inisiatif ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menekankan pentingnya kesadaran dan keterampilan berkendara yang aman di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyambut baik kerja sama ini dan mengapresiasi perluasan cakupan program yang kini juga mencakup aspek preventif dalam keselamatan berlalu lintas. Menurutnya, hal ini sejalan dengan misi Healthy Campus UGM, yang menempatkan aspek kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas utama. “Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada mitigasi di hilir, tetapi juga pada promosi dan pencegahan di hulu. Dengan riset yang mendalam dan kerja sama yang erat dengan Jasa Raharja, kami dapat memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia,” ujar Prof. Ova.
Lebih lanjut, UGM akan mengoptimalkan riset dan pengembangan (R&D) serta program Link & Match dalam berbagai aspek terkait keselamatan berlalu lintas. Potensi kolaborasi lainnya juga akan dikembangkan, termasuk kajian akademik, analisis pola kecelakaan, serta penerapan teknologi dalam mendukung kebijakan transportasi yang lebih aman dan inklusif. Kolaborasi antara UGM dan PT Jasa Raharja ini diharapkan membawa manfaat yang nyata, baik dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, maupun dalam menghasilkan riset dan kebijakan berbasis bukti yang dapat diterapkan secara nasional.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara akademisi dan industri, maka akan meningkatkan kelembagaan yang tangguh di masing-masih pihak (SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman bagi generasi mendatang.
(Penulis: Jemy Partianto, Foto: Eko Sukajiyanto/Angga Kurnia Jati & Editor: Johan S.M.A.)