Dalam rangka meningkatkan kerja sama kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota se-Jawa Tengah, Universitas Gadjah Mada memenuhi undangan dari Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut dikemas dalam kegiatan Rapat Koordinasi Peningkatan Kerja Sama Antar Daerah bertajuk “Penganggaran dan Prospek Pengembangan Kerja Sama Daerah” yang diselenggarakan di Hotel Sunan, Surakarta pada tanggal 3-4 September 2018. Acara dibuka oleh Kepala Bagian Kerja Sama, Danang Purwanto, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya Danang Purwanto, S.E., M.Si. menyampaikan bahwa kerja sama antar pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan suatu isu yang perlu diperhatikan. “Begitu banyak masalah dan kebutuhan masyarakat di daerah yang harus diatasi dan dipenuhi dengan melewati batas-batas wilayah administratif. Untuk mensukseskan kerja sama ini di perlukan identifikasi isu-isu strategis, bentuk atau model kerjasama yang tepat, dan prinsip pemerintah saat ini, mengingat perannya dalam menentukan ketahanan negara, serta melihat prinsip yang menuntun keberhasilan kerja sama tersebut. Mengingat peran strategis pemerintah daerah dan perguruan tinggi , maka peningkatan peran dan kemampuan masing-masing pihak tersebut dalam mekanisme “kerja sama, termasuk penyesuaian struktur dan fungsi kelembagaannya, harus menjadi agenda penting,” tuturnya.
Sebagai narasumber pertama dalam rapat koordinasi tersebut adalah Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional (DKAUI) UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. Dalam paparannya, Direktur DKAUI UGM menyampaikan bahwa UGM mengemban amanat dari para pendirinya untuk mewujudkan diri sebagai universitas nasional, universitas perjuangan, universitas Pancasila, universitas kerakyatan, universitas pusat kebudayaan. “Hasil-hasil Tridharma Perguruan Tinggi di UGM harus dapat dirasakan manfaatnya bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan,” paparnya.
Lebih jauh Direktur DKAUI mengungkapkan bahwa UGM dengan kompleksitas bidang ilmu yang dimiliki selalu berupaya membuka diri dan merespon positif terhadap peluang kerja sama, baik dari pemerintah daerah, industri, maupun lembaga lain sepanjang sesuai dengan prinsip-prinsip kerja sama yang telah ditetapkan oleh UGM, “Bentuk kerja sama yang selama ini telah dilakukan oleh UGM adalah kerja sama pendidikan, kerja sama penelitian, pengabdian kepada masyarakat (KKN), dan pelatihan serta workshop,” jelasnya.