Yogyakarta, 21-22 Oktober 2026 – Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) pada hari Rabu-Kamis, 21-22 Oktober 2026 dipenuhi oleh peserta GIFTS (Global Innovation & Future Technology Summit) 2026 dari sivitas akademika dan pihak luar. Salah satu kegiatannya adalah penandatanganan dokumen kerja sama berupa: 19 Memorandum of Understanding (MoU) , 4 Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 28 Letter of Intent (LoI) dengan peneliti. Penandatanganan dibagi dalam 3 sesi: Rabu Pagi, Rabu Sore dan Kamis Sore. Penandatanganan dokumen kerja sama pada Sesi rabu pagi terdiri atas 3 MoU dengan mitra: Kadin DIY, PT MIO (Mega Inovasi Organik), dan PT KTIB (Kawasan Industri Batang Terpadu); dan 2 PKS dengan mitra: PT Daur Ulang Indonesia dan PT Putera Mataram Mitra Sejati (Royal Ambarukmo); serta 2 PKS Juknis (Petunjuk Teknis) dengan Ditjen Tanaman Pangan, Kementan RI tentang Teknologi Saekedelai dan Serelia Gamagora. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Hadir pada Opening Ceremony di Joglo GIK diantaranya GKR Mangkubumi (Ketua KADIN DIY), Yumiko Yamakawa (Senior Education Specialist to Principal Education Specialist, Asian Development Bank), dan mitra strategis lainnya, sementara dari UGM hadir Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D. (Rektor UGM), didampingi tiga wakil rektor dan direktorat/unit terkait.


Pada kesempatan pertama Rektor UGM mengucapkan syukur atas kesehatan dan kesempatan serta selamat datang kepada mitra dan peserta untuk mengikuti Global Innovation and Future Technologies Summit 2026. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara UGM Science Technopark, GIK, KADIN Daerah Istimewa Yogyakarta, Meet The Investor (MTI), dan Infrastructure and Construction Innovation Conference and Workshop (ICONIC) 2026, serta dukungan dari Asian Development Bank (ADB).
”Pentingnya riset dan kreativitas anak bangsa untuk diakui, meskipun hilirisasi riset dari laboratorium ke masyarakat menghadapi tantangan. Proses ini membutuhkan kepercayaan, kerjasama, dan perhatian terhadap dampak lingkungan,” tegas Prof. Ova. Tema GIF 2026 adalah Culture, Innovation, Business Acceleration (Cultivation) yang menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya diukur dari nilai ekonomis, tetapi juga dari dampaknya terhadap keberlanjutan kehidupan. Seperti menanam benih, penting untuk menjaga akar dan lingkungan agar inovasi dapat bertumbuh dengan baik.
Selanjutnya GKR Mangkubumi, Ketua KADIN DIY menyampaikan bahwa pada acara GIFTS 2026 yang dihadiri oleh berbagai pihak termasuk akademisi, industri, dan investor, dibahas pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Tema kegiatan menekankan bahwa inovasi harus menghasilkan nilai ekonomi dan meningkatkan daya saing industri. KADIN DIY mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan potensi riset dan inovasi agar dapat diterapkan di pasar. Diharapkan dari pertemuan ini dapat terjalin kemitraan yang konkret, seperti nota kesepahaman dan proyek pencontohan. ”Kegiatan ini diharapkan menjadi momen untuk menguatkan hubungan antara kampus dan industri, menjadikan Yogyakarta sebagai pusat inovasi dan kewirausahaan yang berdaya saing,’ ujarnya. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)
Sementara Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng. (Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendikisaintek) secara daring memperkenalkan GIFTS 2026 yang berfokus pada inovasi dan teknologi masa depan, yang diselenggarakan di GIK UGM. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)/Summit ini menampilkan pembicara dari berbagai latar belakang pendidikan dan pemerintahan, menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengembangkan ekosistem yang efektif bagi bisnis dan pendidikan. KTT ini bertujuan untuk mendorong ide dan strategi yang mendorong akselerasi budaya dan bisnis, menyoroti peran teknologi dalam meningkatkan praktik pendidikan. Para peserta didorong untuk terlibat dalam diskusi tentang komersialisasi dan pengembangan solusi inovatif. ”Menciptakan lingkungan yang mendukung yang mendorong kemajuan dan memfasilitasi pertukaran wawasan berharga di antara para pemangku kepentingan di komunitas global,” harapnya. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur)
Yumiko Yamakawa, (Senior Education Specialist to Principal Education Specialist, Asian Development Bank) menutup rangkaian sambutan dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada UGM atas undangannya dan menghargai kehadiran berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, mitra industri, akademisi, dan investor. Acara ini menyoroti kolaborasi antar sektor tersebut untuk memajukan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. ”Partisipasi UGM menegaskan pentingnya kemitraan dalam mendorong pembangunan dan inovasi di kawasan tersebut,’ pungkasnya.
Seremoni Penandatanganan MoU pada Business Meeting GIFTS 2026, Sesi Rabu Sore di Ruang C1002-3 GIK UGM dilakukan oleh Wakil Rektor Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama (WR PPUKS) UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. dengan 12 mitra berikut: 1) PKU Muhammadiyah Yogyakarta, 2) PT Benih Citra Asia, 3) PT Stechoq Robotika Indonesia, 4) PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (YPTI), 5) PT Aintech Inti Semesta, 6) PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, 7) PT Bima Eco Power, 8) PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, 9) PT K24 Indonesia, 10) PT Sinergi Gula Nusantara, 11) PT Indmira, dan 12) PT Inti Meena Propertindo. Kerja sama di bidang tridharma ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang layak untuk alumni UGM, sehingga dapat mempercepat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)


Rangkaian kegiatan penandatanganan dokumen kerja sama ditutup pada Sesi Kamis Sore oleh WR PPUKS UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. dengan empat mitra dari kluster agro untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat tani Indonesia menuju kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera), yaitu: IPBH (Ikatan Produsen Benih Hortikultura), ASBENINDO (Asosiasi Perbenihan Indonesia), GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), dan HORTINDO (Asosiasi Produsen Perbenihan Hortikultura Indonesia).
Melalui penyelenggaraan GIFTS (Global Innovation & Future Technology Summit) 2026, UGM berhasil memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, investor, dan lembaga internasional melalui penandatanganan dokumen kerja sama. Forum ini menegaskan pentingnya hilirisasi riset, pengembangan teknologi, dan kemitraan strategis untuk menciptakan inovasi yang berdampak ekonomi sekaligus berkelanjutan, menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan yang berdaya saing global. SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab)
(Penulis: Jemy Partianto, Editor: Johan S.M.A., Fotografer: Fadel Gama Putra)