Yogyakarta, 15 Oktober 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima Kunjungan Kerja Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. sebagai Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) untuk periode ketiga kalinya, serta saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional. Pada kunjungan kali ini Mentan ke Laboratorium Lapangan Pusat Inovasi dan Agroteknologi (PIAT) UGM untuk meninjau realisasi kerja sama Kementerian Pertanian dan Universitas Gadjah Mada Tahun 2026 seperti penyediaan Benih Padi Inbrida Gamagora 7 sebanyak 170 ton, program Upscaling Good Agricultural Practices and Value Chain Efficiencies for the Indonesian Soybean Sector (SAE Kedelai), kerja sama antara Kementerian Pertanian, Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), dan UGM, serta penyediaan benih kedelai dari Direktorat AKABI. Program-program ini mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Termasuk bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung pengembangan Rumput Gama Umami berupa 1 unit Hand Tractor dan 5 unit Pompa Air 3 Inch, serta bantuan alsintan untuk sarana tridharma perguruan tinggi berupa 5 unit Cultivator QUICK Model Cakar Baja beserta perlengkapannya. Pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian ini sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan inovasi dan modernisasi sektor pertanian. Kunjungan Mentan RI berlanjut ke Fakultas Pertanian (Faperta) UGM untuk memberikan Kuliah Umum kepada sivitas akademika UGM.
Sekretaris Universitas (SU) UGM, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M., dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian atas kunjungan dan waktunya untuk memberikan kuliah umum tentang prioritas pembangunan pertanian. “Pertanian merupakan fondasi penting untuk mencapai ketahanan pangan, dan kampus diharapkan menjadi pusat pengembangan riset dan inovasi,” ujar Dr. Andi. Pernyataan tersebut mencerminkan kontribusi terhadap SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan sistem pangan berkelanjutan dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi di perguruan tinggi.
Ia juga menyampaikan harapan untuk kolaborasi antara akademisi dan pembuat kebijakan nasional dalam implementasi di lapangan, serta pentingnya pengembangan ekosistem riset yang saling mendukung. UGM berkomitmen memperkuat jaringan kemitraan dan meningkatkan sarana penelitian guna menghasilkan solusi nyata untuk tantangan masa depan. Komitmen ini sejalan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi internasional, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan riset dan inovasi.
Selanjutnya Mentan RI dalam kuliah umumnya menyampaikan pengalamannya di bidang pertanian, khususnya terkait produksi kedelai, penggunaan teknologi dalam peternakan, serta upaya peningkatan produksi melalui pemanfaatan teknologi reproduksi ternak. Upaya tersebut mendukung SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui peningkatan produktivitas dan penerapan teknologi di sektor pertanian dan peternakan.
“Pentingnya pengalaman praktis di lapangan dibandingkan dengan teori di bangku sekolah,” tegas Mentan. Pesan ini memperkuat implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang mendorong pembelajaran berbasis kompetensi, praktik, dan pengalaman nyata. Selain itu, Mentan juga membahas berbagai hasil penelitian dan inovasinya yang telah menghasilkan paten, yang mencerminkan kontribusi terhadap SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan teknologi dan hilirisasi hasil riset.
Pada akhir kuliahnya, Mentan menegaskan pentingnya motivasi mahasiswa serta pemahaman yang baik antara dosen dan mahasiswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif. Hal ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia. Pada kesempatan tersebut Mentan memberikan apresiasi dan beasiswa kepada mahasiswa yang aktif saat kuliah dan juga bantuan kepada dosen dan Faperta UGM. Akhirnya kunjungan ditutup dengan Mentan makan siang bersama mahasiswa di Kantin Faperta UGM.
Kunjungan kerja Menteri Pertanian RI dan Kepala Badan Pangan Nasional, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., ke UGM menegaskan komitmen penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan benih unggul, peningkatan produktivitas pertanian, pemanfaatan teknologi, serta penguatan riset dan inovasi. Selain itu, penekanan pada pentingnya pengalaman lapangan, inovasi, dan motivasi mahasiswa dalam menciptakan solusi nyata bagi sektor pertanian Indonesia menunjukkan kontribusi nyata terhadap SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

(Penulis: Jemy Partianto, Editor: Johan S.M.A., Fotografer: Fadel Gama Putra)