
Yogyakarta, 31 Januari 2025 – Direktorat Kemitraan dan Relasi Global Universitas Gadjah Mada (DKRG UGM) menggelar acara Sinergi Kerja Sama 2025: Target dan Strategi Direktorat Kemitraan dan Relasi Global di Swasana by Temata. Acara ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian kerja sama yang telah dilakukan serta merumuskan strategi guna memperkuat kemitraan global sepanjang tahun 2025. Inisiatif ini selaras dengan komitmen UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., yang menekankan pentingnya akselerasi kerja sama untuk meningkatkan reputasi perguruan tinggi. Ia menyoroti perlunya penyelarasan strategi dengan visi dan misi UGM, terutama dalam memperkuat kemitraan strategis dengan dunia industri melalui program Link and Match, guna menciptakan kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., dalam arahannya menegaskan bahwa DKRG memiliki peran penting dalam memfasilitasi program kemitraan yang telah berjalan serta dalam memperluas jejaring kerja sama di tingkat fakultas, sekolah, dan pusat studi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan UGM dengan mitra strategis, baik di dalam maupun luar negeri, serta meningkatkan daya saing institusi di kancah global.
Salah satu poin penting dalam diskusi adalah sinergi program kerja sama untuk memperkuat Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) sebagai pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan mahasiswa UGM. Pembahasan ini turut dihadiri oleh CEO GIK, yang turut menyampaikan rencana strategis dalam penguatan ekosistem inovasi dan start-up di UGM.
Dalam sesi ini, peserta membahas berbagai peluang kemitraan untuk mendukung GIK, termasuk kolaborasi dengan industri, inkubasi startup mahasiswa, serta pengembangan ekosistem inovasi berbasis teknologi. Dukungan dari mitra industri dan akademik diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan startup mahasiswa dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan inovasi yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.
Dalam sesi pemaparan strategi, Kasubdit Kerja Sama Dalam Negeri, Ir. Johan Syafri Mahathir Ahmad, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., menjelaskan rencana optimalisasi LENTERA, sebuah platform digital pengelolaan data kerja sama UGM dengan berbagai mitra nasional dan strategi peningkatan kolaborasi dengan mitra strategis guna mendukung program-program strategis universitas. Sementara itu, Prof. Ir. Wiratni, S.T., M.T., Ph.D., IPM., selaku Sekretaris DKRG dan perwakilan Subdirektorat Kerja Sama Internasional, menyoroti strategi peningkatan mobilitas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai langkah memperkuat eksistensi global UGM.
Acara ini menjadi momentum strategis dalam merancang program kerja sama yang lebih komprehensif dan berorientasi pada penguatan jejaring institusi. Dengan perencanaan yang matang dan sinergi antarunit, UGM diharapkan semakin mampu bersaing di tingkat global serta menjadi pusat inovasi dan kolaborasi yang berkontribusi bagi kemajuan pendidikan, penelitian, dan kewirausahaan mahasiswa di Indonesia, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang lebih luas.
(Penulis: Putri Hanin Mardhia, Foto: Angga Kurnia Jati & Editor: Johan S.M.A.)