Yogyakarta, 10 April 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pelayanan Produk dan Jasa Perbankan serta Pengembangan Sumber Daya Manusia di Ruang Sidang Pimpinan UGM. Kolaborasi ini memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan sektor perbankan untuk mendukung pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mantap, Panji Irawan, dan Rektor UGM, Prof. Ova Emilia. Melalui kerja sama ini, Bank Mantap menyediakan layanan perbankan yang komprehensif bagi UGM, mulai dari pengelolaan likuiditas hingga produk deposito, sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan talenta, penelitian, dan penguatan infrastruktur pendidikan di kampus.

Direktur Utama Bank Mantap, Panji Irawan, menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara dunia akademis dan industri perbankan. UGM dinilainya sebagai inkubator inovasi dan pencetak sumber daya manusia unggul yang sangat dibutuhkan dunia kerja. “Kami berkomitmen mendukung UGM melalui layanan perbankan yang optimal, pengembangan infrastruktur pendidikan, dan program beasiswa. Harapannya, kerja sama ini dapat mendorong operasional UGM yang lebih efisien, memberi manfaat luas bagi masyarakat, dan mendapat ridho Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Sebagai bank yang fokus melayani segmen pensiunan, Bank Mantap juga melihat keselarasan nilai dengan UGM yang memberi perhatian serius pada kualitas hidup para pensiunan dan lansia. Melalui berbagai program bersama, kedua institusi ingin memastikan para purna-pegawai dan pensiunan dapat menikmati masa tua yang aktif, sehat, dan produktif, sesuai prinsip quality aging yang baik dan sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin selama satu dekade sejak 2016. Ia menekankan bahwa sinergi UGM dan Bank Mantap tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan civitas academica. “Model kerja sama kini lebih fleksibel, memungkinkan layanan hadir lebih dekat dengan kampus tanpa mengganggu aktivitas kerja. UGM sangat memperhatikan kepuasan dosen dan pegawai, termasuk program kesehatan seperti pemeriksaan berkala bagi pegawai aktif maupun pensiunan,” terangnya.
Prof. Ova juga mengungkapkan rencana peluncuran Rumah Singgah (Senior Sharing Space) di kawasan lembah UGM sebagai ruang aktivitas bagi para lansia purna/senior pada bulan April ini. Inisiatif ini memperkuat komitmen UGM dalam mendorong kehidupan sehat dan sejahtera bagi para pensiunan, sejalan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), sekaligus mendukung terciptanya ekosistem quality aging di lingkungan kampus. Ia berharap kerja sama strategis dengan Bank Mantap dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya manusia dan memperluas dampak sosial bagi komunitas kampus dan masyarakat luas.
Kedua pihak meyakini bahwa sinergi potensi UGM dan Bank Mantap akan menghasilkan program-program konkret di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (tridharma perguruan tinggi). Melalui kemitraan ini, UGM dan Bank Mantap berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekosistem pendidikan tinggi dan kemajuan Indonesia yang berkelanjutan.
(Penulis: Jemy Partianto | Editor: Johan S.M.A | Fotografer: Anindya Rizky R.)
