Yogyakarta, 21 Agustus 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Balikpapan (UNIBA) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui perpanjangan Nota Kesepahaman yang ditandatangani di Ruang Sidang Pimpinan UGM, Jumat (21/8). Kemitraan ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kalimantan Timur.
Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Universitas Balikpapan, Dr. Ir. Isradi Zainal, S.T., M.T., S.H., M.H., M.M., DESS(MBA)., M.K.K.K., IPU., dan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. Keduanya didampingi para wakil rektor serta pimpinan unit terkait dari masing-masing perguruan tinggi.
Kesepakatan tersebut memperpanjang kerja sama yang telah terjalin sejak 2021 dan berakhir pada 5 Juli 2026. Melalui kesepakatan baru, UGM dan UNIBA akan melanjutkan sinergi selama lima tahun ke depan dengan memperluas implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi antarkampus ini sekaligus memperkuat kemitraan dalam peningkatan kapasitas pendidikan dan pembangunan daerah (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Rektor UNIBA, Dr. Isradi Zainal, menekankan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Timur. Menurutnya, pengembangan pendidikan perlu tetap memberikan ruang bagi karakteristik, kebutuhan, dan pengetahuan lokal sehingga perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi yang relevan bagi wilayah tempatnya berada.
Ia berharap pengalaman dan kapasitas akademik yang dimiliki UGM dapat disinergikan dengan pengetahuan serta kedekatan UNIBA terhadap konteks lokal Kalimantan Timur. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat kapasitas perguruan tinggi di daerah (SDG 4: Pendidikan Berkualitas).
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kerja sama yang telah dibangun kedua universitas sejak 2021. Ia menekankan bahwa kemitraan perguruan tinggi idealnya tidak berhenti pada pertukaran akademik, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah keterlibatan dalam program Institute for Future Life (IFL) yang berfokus pada berbagai tantangan masa depan, termasuk perubahan iklim dan pemberdayaan masyarakat. UGM mendorong agar riset tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan (SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim).
UGM juga tengah menyiapkan 12 program dari lima fakultas yang berpotensi dikembangkan melalui penyelenggaraan pendidikan di luar kampus utama. Inisiatif tersebut membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan UNIBA, termasuk melalui pengembangan program pendidikan, penelitian bersama, serta skema pendanaan kolaboratif untuk mendukung pelaksanaannya.
“Penting untuk menempatkan kolaborasi dan misi pemberdayaan dalam setiap kegiatan akademik yang dilakukan. UGM berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan masyarakat,” ujar Prof. Ova.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan kekuatan akademik dan riset UGM dengan pemahaman UNIBA terhadap karakteristik Kalimantan Timur. Dengan demikian, kegiatan pendidikan dan penelitian yang dikembangkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga dapat mendukung pembangunan masyarakat dan wilayah yang lebih inklusif serta berkelanjutan (SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).
Melalui perpanjangan Nota Kesepahaman ini, UGM dan UNIBA berharap berbagai agenda yang telah dibahas dapat segera diterjemahkan ke dalam program dan perjanjian kerja sama yang konkret. Sinergi kedua perguruan tinggi diharapkan menjadi ruang untuk saling menguatkan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan riset yang relevan dengan kebutuhan daerah, serta menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur dan Indonesia.

(Penulis: Jemy Partianto, Editor: Johan S.M.A, Fotografer: Fadel Gama Putra & Jemy Partianto)