• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
Universitas Gadjah Mada Direktorat Kemitraan dan Relasi Global
UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • Tentang DKRG
    • Profil DKRG
    • Struktur Organisasi
    • Sekretariat dan Subdirektorat
  • Layanan Kerja Sama
    • Alur Pengajuan Kerja Sama
    • Dokumen Pendukung Kerja Sama
  • Kontak
  • Beranda
  • Kerja Sama Dalam Negeri
  • UGM dan BSSN Perpanjang Kolaborasi Strategis untuk Penguatan Keamanan Siber Nasional

UGM dan BSSN Perpanjang Kolaborasi Strategis untuk Penguatan Keamanan Siber Nasional

  • Kerja Sama Dalam Negeri, SDGs, Slider
  • 12 August 2025, 11.18
  • Oleh: jemy.partianto
  • 0

Yogyakarta, 11 Agustus 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperpanjang Nota Kesepahaman (MoU) selama empat tahun ke depan untuk memperkuat ketahanan digital nasional. Perpanjangan ini menandai kelanjutan kerja sama strategis antara institusi pendidikan dan lembaga negara dalam memperkuat keamanan siber melalui pendidikan, riset, dan inovasi teknologi.

Delegasi BSSN dipimpin oleh Sekretaris Utama, Y.B. Susilo Wibowo, S.E., M.M., dan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas MIPA, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., serta pimpinan direktorat dan unit terkait lainnya. Kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, di mana sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci penguatan ekosistem nasional.

Susilo memaparkan di tengah percepatan transformasi digital, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan adaptif. UGM, sebagai institusi pendidikan terdepan, menjadi mitra penting dalam menyediakan tenaga ahli, inovasi teknologi, serta riset yang mendukung sistem pertahanan digital nasional. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kedaulatan digital, tetapi juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi keamanan siber yang andal dan mandiri.

Ancaman siber semakin kompleks, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan dalam serangan otomatis, manipulasi informasi, hingga potensi runtuhnya sistem kriptografi akibat komputasi kuantum. Oleh karena itu, transisi ke post-quantum cryptography menjadi mendesak dan membutuhkan kolaborasi erat antara akademisi dan praktisi — mencerminkan urgensi penguatan infrastruktur pertahanan digital berbasis pengetahuan.

Kerja sama ini mencakup tujuh ruang lingkup utama, mulai dari penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, riset bersama, hingga fasilitasi konferensi internasional seperti International Conference on Cryptography, Informatics, and Cybersecurity (ICoCICs) 2025. Program ini akan memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, sekaligus memperkuat kapasitas tenaga pengajar dan mahasiswa untuk mendalami teknologi keamanan siber dan kriptografi. Langkah ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, terutama dalam mengembangkan kompetensi di bidang-bidang strategis yang dibutuhkan di era digital.

Fakultas dan unit-unit UGM yang terlibat meliputi FISIPOL, Direktorat Teknologi Informasi (DTI), dan FMIPA. FMIPA, yang memiliki jurusan Ilmu Komputer, telah lama mengembangkan riset di bidang kriptografi, blockchain, dan pelatihan keamanan siber, serta terbiasa bermitra dengan berbagai sektor, termasuk industri perbankan yang membutuhkan proteksi digital.

Selain program akademik jenjang S1 hingga S3, kerja sama ini juga akan memperkuat ekosistem pelatihan non-gelar dan program magang di BSSN. Ini merupakan bentuk nyata keterlibatan perguruan tinggi dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga tangguh dan berintegritas.

UGM menekankan pentingnya pendekatan multi-sektor dalam keamanan siber. Kolaborasi lintas sektor antara penyelenggara negara, akademisi, industri, dan komunitas merupakan dasar dalam membangun sistem keamanan nasional yang kuat, transparan, dan akuntabel. Hal ini menjadi kontribusi UGM dan BSSN dalam mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.

Dr. Danang menyampaikan bahwa insiden siber bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan erat dengan geopolitik, integritas data, dan kedaulatan digital. Ia menekankan pentingnya penguatan teknologi kriptografi serta riset yang mendukung keamanan siber, dan mendorong adanya program magang bagi dosen dan mahasiswa untuk ikut serta memecahkan permasalahan aktual di lapangan.

UGM dan BSSN sepakat bahwa nota kesepahaman ini tidak boleh berhenti pada tataran dokumen simbolis. Implementasi konkret melalui program-program terukur menjadi hal yang ditekankan oleh kedua belah pihak. Penyelenggaraan konferensi ICoCICs 2025 diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan.

Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat mencetak generasi baru yang tangguh, inovatif, dan siap menjawab tantangan era digital — sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta pertahanan siber global dengan mengedepankan prinsip inklusivitas, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor.

Penulis: Jemy Partianto, Fotografer: Angga Kurniajati, Editor: Johan S.M.A.

Tags: Badan Siber dan Sandi Negara blockchain BSSN cryptography cybersecurity ICoCICs 2025 keamanan siber kedaulatan digital ketahanan digital nasional MoU Nota Kesepahaman Pembangunan Berkelanjutan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur UGM Universitas Gadjah Mada

Kabar UGM

  • Sosiolog UGM Dorong Penegakkan Hukum Berkeadilan Budaya di Yogyakarta
  • Kuliah Sambil jadi Ojol Makanan, Aji Ramadan Bisa Lulus Cumlaude Sarjana Hukum di UGM
  • Mahasiswa KKN UGM Kenalkan Teknologi Bakar Sampah Minim Polusi
  • UGM Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Penyandang Disabilitas
  • Cerita Krisna, Lulus S3 Farmasi UGM dalam Waktu 2 Tahun 4 Bulan dengan IPK 4.00
  • Deforestasi Picu Konflik Gajah dan Manusia di Sumatra
  • Dosen UGM Dorong Pengelolaan Sumber Daya Air, Energi, dan Pangan untuk Pertanian Berkelanjutan
  • Rebung, Pangan Lokal yang Bisa Menurunkan Kolesterol dan Mengontrol Gula Darah
  • Pustral UGM Dorong DIY Perbanyak Kawasan Rendah Emisi
  • Berlomba-Lomba Ingin Viral di Medsos,  Fenomena Perubahan Perilaku Budaya di Era Digital
Universitas Gadjah Mada

Direktorat Kemitraan dan Relasi Global

Gedung Pusat UGM, Lt. 2 Sayap Selatan, Bulaksumur, Yogyakarta 55281
(0274) 649 1928
dit.ka@ugm.ac.id

TENTANG KAMI

  • Struktur Organisasi
  • Sekretariat dan Subdirektorat
  • Alur Pengajuan Kerja Sama
  • Dokumen Pendukung Kerja Sama

Sosial Media Internasional

Sosial Media Kerja Sama Dalam Negeri

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju