Blitar, 20 Juni 2026 – Bertepatan dengan puncak peringatan Haul ke-56 Bung Karno, Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Halaman PGSD Kota Blitar, Selasa (20/6/2026). Dalam prosesi tersebut, UGM diwakili oleh Sekretaris Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Suherman, S.Si., M.Sc., Ph.D. Sementara itu, dari pihak Pemkot Blitar, dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin. (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan)

Selain dengan UGM, Pemkot Blitar juga menggandeng 10 perguruan tinggi negeri dan swasta lainnya. Di antaranya adalah Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Jember (UNEJ), UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Madani Indonesia, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, serta Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Prosesi penandatanganan ini disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan daerah Kota Blitar, Forkopimda, tokoh masyarakat, perwakilan keluarga Bung Karno yang dihadiri oleh Romi Soekarno, serta ribuan jemaah pengajian yang memadati lokasi acara.
Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini merupakan langkah konkret Pemkot Blitar dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama dalam memfasilitasi putra-putri daerah berprestasi dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dalam sambutannya, Walikota Blitar Syauqul Muhibbin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi mendukung program pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan. “Semangat dan cita-cita besar Bung Karno harus menjadi sumber inspirasi serta motor penggerak dalam memajukan pendidikan. Langkah ini diharapkan mampu membawa Kota Blitar menuju kemandirian ekonomi, politik, dan kebudayaan, sekaligus membuka jalan lahirnya generasi muda cemerlang yang akan meneruskan perjuangan sang Proklamator,” ujar Syauqul. (SDG 4: Pendidikan Berkualitas)
Rangkaian puncak Haul Bung Karno ke-56 ini dikemas melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat lintas kalangan dan lintas agama. Selain penandatanganan MoU, agenda diisi dengan selamatan, Semaan Al-Qur’an sebanyak 56 kali khataman, doa lintas agama di kawasan Makam Bung Karno, Festival Ambeng, santunan anak yatim, serta ditutup dengan pengajian akbar yang menghadirkan Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa.
(Penulis/Fotografer: Erry Istianto, Editor: Jemy Partianto)